Benih Injil yang ditanam dan disiram. 1 Korintus 3:6-9

Saya amat tertarik dengan apa yang dinyatakan Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 3:6-9.

Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Hujahnya ternyata sederhana tetapi pemahamannya mendalam dan tetap relevan sepanjang zaman. Memang ini adalah firman Tuhan sudah pasti Rasul Paulus menerima ilham ini terus dari Tuhan.

Saya tidak disini untuk membahaskan petikan firman ini cumanya saya mengajak saudara/I seiman yang menelesuri apa yang dimaksudkan Rasul Paulus dari segi penginjilan.

Penginjilan adalah suatu proses dan hasilnya terletak kepada kehendak Tuhan. Menjadi doa kita seperti jadilah kehendak Bapa. Maka oleh sebab itu setiap kita mungkin berperanan sebagai penanam benih injil, ada juga yang bertindak menyiram benih injil yang telah ditanam itu dan yang empuNya ladang itu adalah Tuhan yang memberikan pertumbuhan kepada benih yang ditanam dan yang telah disiram. Ini adalah proses.

Popular Posts